Homeschooling merupakan metode
alternatif dari sekolah biasa. Pengertian homeschooling adalah model pendidikan
dimana sebuah keluarga memilih untuk ber-tanggung jawab sendiri atas pendidikan
anak-anaknya dan mendidik anaknya dengan menggunakan rumah sebagai basis
pendidikannya. Homeschooling sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
a.
Homeschooling Tunggal
Merupakan
jenis homeschooling dimana seluruh proses belajar-mengajar dilakukan oleh
orangtua dalam satu keluarga tanpa bergabung dengan yang lain.
b.
Homeschooling Majemuk
Merupakan
jenis homeschooling dimana dua atau lebih dari dua keluarga melakukan proses
belajar-mengajar secara bersama-sama di satu tempat.
c.
Komunitas Homeschooling
Manfaat
1.
Dapat belajar sesuai kecepatan
masing-masing.
2.
Pengawasan yang lebih dibanding
sekolah biasa.
3.
Fleksibilitas waktu belajar.
4.
Tidak ada label tertentu untuk anak.
5.
Pengembangan bakat setiap anak
secara maksimal.
6.
Terlindungi dari pergaulan yang menyimpang, seperti “NAPZA,
tawuran, kenakalan. Yang berdampak buruk bagi anak. Bahkan dari hal-hal yang
terkecil seperti “jajan makanan yang malnutrisi”, dll
7.
Membantu anak lebih berkembang, memahami dirinya dan perannya
dalam dunia nyata disertai kebebasan berpendapat, menolak atau menyepakati
nilai-nlai tertentu tanpa harus merasa takut untuk mendapat celaan dari teman
atau nilai kurang.
Dampak
Negatif
1.
Kurangnya interaksi sosial dengan
teman sebaya dari berbagai kalangan yang dapat memberikan banyak pelajaran
berharga untuk hidup nantinya.
2.
Tidak ada rasa keinginan untuk
bersaing.
3.
Kurangnya minat belajar lebih giat
untuk mencapai hasil maksimal dan lebih dari teman-temannya.
4.
Homeschooling dapat mengisolasi peserta didik dari
kenyataan-kenyataan yang kurang menyenangkan sehingga dapat berpengaruh pada
perkembangan individu.
Saya pribadi sangat
setuju dengan pernyataan No. 1 dan 2. Karena di-didik di lingkungan keluarga
yang sangat tertutup dan tanpa teman maka murid-murid yang belajar dengan cara
homeschooling sudah pasti tidak memiliki pengalaman hidup sebanyak murid-murid
yang bersekolah di sekolah umum atau biasa. Karena tidak memiliki saingan maka
kemungkinan besar mereka tidak memiliki semangat dan motivasi belajar setinggi
murid-murid sekolah biasa.
Menurut saya
sekolah biasa lebih baik daripada homeschooling karena bagaimanapun juga
kemampuan ber-adaptasi dan ber-sosialisasi merupakan pelajaran yang lebih
penting untuk anak-anak dibandingkan pelajaran akademik. Tidak selamanya
seorang anak akan bisa terus belajar dengan cara homeschooling, dengan belajar
ber-sosialisasi sang anak juga belajar untuk masa depan-nya. Kecenderungan
anak-anak yang mengikuti homeschooling adalah ketergantungan akan orang tua
yang sangat tinggi, kurangnya rasa toleransi karena jarang mendengar pendapat
dari sudut pandang yang berbeda, dan kemampuan berbicara di depan dan
ber-sosialisasi yang lebih rendah. Walaupun begitu homeschooling mungkin memang
lebih cocok untuk beberapa orang yang tidak dapat mengikuti belajar dengan
kecepatan yang seharusnya, Karena dengan metode homeschooling ini orang tua
dapat menyesuaikan materi dengan kecepatan belajar sang anak.
Walaupun metode
homeschooling ini juga memiliki banyak manfaat saya tetap lebih memilih sekolah
biasa sebagai metode yang lebih efektif dibandingkan homeschooling. Saya juga
melakukan sedikit pengamatan karena saya memiliki beberapa kerabat yang belajar
dengan metode homeschooling, dari apa yang saya amati anak yang mengikuti
homeschooling cenderung lebih manja dan ter-isolasi dari dunia nyata. Tetapi
akan lebih baik jika beberapa metode yang sudah di terapkan di homeschooling
dapat diterapkan juga di sekolah biasa agar mendapat hasil yang lebih efektif
dan maksimal. Tetapi pada akhirnya tidak ada metode yang salah dan benar, semuanya
tergantung kepada kemauan dan usaha setiap individu.J













0 comments:
Post a Comment