Monday, 23 November 2015

Ciampea


Pada hari Kamis, 5 November 2015 kami, angkatan 9 Laskar, berangkat menuju Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea, Bogor untuk menjalankan program Homestay. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan menginap di rumah warga untuk 3 hari 2 malam. Tidak hanya sekedar menumpang alas tidur kami juga turut serta dalam membantu pekerjaan orangtua asuh kami, mulai dari hal sederhana seperti membereskan rumah, menyajikan hidangan, hingga hal yang mungkin tidak biasa kami lakukan di lingkungan rumah kami di perkotaan seperti bercocok tanam di sawah dan ber-gotong royong membantu para warga yang sedang kerja bakti membuat jembatan kecil di desa. Kejadian ini sudah jelas menjadi salah satu kenangan yang paling mengesankan yang bisa kami ceritakan kembali sambil tertawa kelak nanti, selain itu kami juga mendapatkan banyak pelajaran berharga selama proses Homestay ini. Mulai dari pelajaran rohani, adab, dan bahkan ilmu-ilmu sosial seperti budaya dan modernisasi serta perubahan sosial dan budaya.

            Aku dan kelompokku yang terdiri dari Ghina, Aisyah, Najma, dan Aurora tinggal di rumah Pak Anwar dan Teh Dini. Pak Anwar merupakan seorang PNS yang bekerja di luar kota, ia berangkat menggunakan sepeda motor pada pukul 5 pagi dan kembali pukul 8 malam. Otomatis Teh Dini hanya ditemani oleh anaknya Azkiandra atau yang kerap disapa Cuneng hari-harinya, itu juga jika Cuneng tidak main ke rumah kakeknya. Rumah yang kami tempati adalah rumah dengan lokasi yang lumayan jauh dari basecamp, dekat dengan rumah kelompok Faiz, kelompok Diany, dan kelompok Pape. Selain itu rumah kami juga dekat dengan kandang kambing. Saat pertama tiba di lingkungan rumah kami aku langsung memerhatikan sebuah benda kotak yang terbuat dari bambu yang ternyata merupakan tempat para warga biasa mandi. Kagum dan heran rasanya karena aku tidak pernah melihat hal seperti itu sebelumnya, aneh juga rasanya melihat para warga yang sedang mandi hanya dialasi anyaman bambu berbentuk segi empat yang tingginya mungkin hanya 1/3 dari tinggi badanku. Rumah yang kutempati mungkin tidak besar tapi aku dan teman-temanku sudah merasa lebih dari cukup bisa tinggal di rumah tersebut. Rumah itu terbagi menjadi 4 ruangan, yaitu: kamar mandi, dapur, kamar tidur, dan ruang keluarga.

            Karena orangtua asuhku tidak bekerja di sawah maka aku akan menceritakan tentang perubahan sosial dan budaya yang aku perhatikan di sekeliling rumahku. Pertama, dari dalam rumah sendiri, kami tidur di rumah yang sudah beralaskan ubin keramik walaupun beratap bambu dan tidak jarang ada beberapa tikus yang berlarian saat kami sedang merebahkan badan di kasur lipat yang disediakan Teteh di ruang keluarga untuk kami. Disaat hampir semua rumah telah memakai seng disini kami merasakan tidur dengan tikus dan cicak sebagai pemandangan. Kamar mandi, di Ciampea kami beruntung untuk tinggal di rumah yang memiliki kamar mandi di dalamnya, walaupun ada juga pemandian seadanya di luar rumah. Kamar mandi kami berukuran lumayan dan sangat bersih, air mengalir dari sebuah tembok yang dibolongi dan dipasangkan selang pendek, pintu kamar mandi kami kira-kira setinggi 160 cm atau sekitar tinggi badanku lebih sedikit. Kami, kelompokku, juga sering membeli beberapa jajanan di dekat rumah, kapan lagi bisa membeli satu plastik minuman dengan harga Rp 1.000?  Jika di sekolah Rp 5.000 hanya bisa untuk membeli satu gelas es milo, disini kami bisa membeli satu pak es kiko dengan harga Rp 5.000. Senang rasanya berada di sebuah tempat yang belum diambil alih sepenuhnya oleh perusahaan perusahaan besar, di tempat yang tidak memiliki gedung-gedung pencakar langit, senang rasanya mengetahui bahwa kami bisa tertawa bersama dan menikmati hari-hari tanpa memegang gadget sekali-pun. Walaupun secara ekonomis desa ini bisa dibilang tertinggal dan belum merasakan modernisasi sepenuhnya tetapi saya merasa bahagia di desa ini karena warganya yang ramah, hangat, dan sangat bersahabat. Para warga di Desa Ciampea merupakan contoh nyata dari pembuktian bahwa uang bukanlah segalanya, saya merasa sangat beruntung bisa berbagi pengalaman dan bertemu dengan para warga di Desa CiampeaJ




Saturday, 31 October 2015

Sunday, 11 October 2015

Wednesday, 7 October 2015

Homeschooling





Homeschooling merupakan metode alternatif dari sekolah biasa. Pengertian homeschooling adalah model pendidikan dimana sebuah keluarga memilih untuk ber-tanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anaknya dan mendidik anaknya dengan menggunakan rumah sebagai basis pendidikannya. Homeschooling sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
 
a.       Homeschooling Tunggal
Merupakan jenis homeschooling dimana seluruh proses belajar-mengajar dilakukan oleh orangtua dalam satu keluarga tanpa bergabung dengan yang lain.
 
b.       Homeschooling Majemuk
Merupakan jenis homeschooling dimana dua atau lebih dari dua keluarga melakukan proses belajar-mengajar secara bersama-sama di satu tempat.
 
c.       Komunitas Homeschooling

merupakan gabungan beberapa homeschooling majemuk yang menyusun dan menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok (olahraga, musik/seni, dan bahasa), sarana/prasarana, dan jadwal pembelajaran.
Sama seperti sekolah biasanya tentu metode homeschooling ini memiliki beberapa manfaat dan dampak negatif, seperti:
Manfaat
1.        Dapat belajar sesuai kecepatan masing-masing.
2.        Pengawasan yang lebih dibanding sekolah biasa.
3.        Fleksibilitas waktu belajar.
4.       Tidak ada label tertentu untuk anak.
5.        Pengembangan bakat setiap anak secara maksimal.
6.       Terlindungi dari pergaulan yang menyimpang, seperti “NAPZA, tawuran, kenakalan. Yang berdampak buruk bagi anak. Bahkan dari hal-hal yang terkecil seperti “jajan makanan yang malnutrisi”, dll
7.        Membantu anak lebih berkembang, memahami dirinya dan perannya dalam dunia nyata disertai kebebasan berpendapat, menolak atau menyepakati nilai-nlai tertentu tanpa harus merasa takut untuk mendapat celaan dari teman atau nilai kurang.
 
Dampak Negatif
1.        Kurangnya interaksi sosial dengan teman sebaya dari berbagai kalangan yang dapat memberikan banyak pelajaran berharga untuk hidup nantinya.
2.        Tidak ada rasa keinginan untuk bersaing.
3.        Kurangnya minat belajar lebih giat untuk mencapai hasil maksimal dan lebih dari teman-temannya.
4.       Homeschooling dapat mengisolasi peserta didik dari kenyataan-kenyataan yang kurang menyenangkan sehingga dapat berpengaruh pada perkembangan individu.
 
Saya pribadi sangat setuju dengan pernyataan No. 1 dan 2. Karena di-didik di lingkungan keluarga yang sangat tertutup dan tanpa teman maka murid-murid yang belajar dengan cara homeschooling sudah pasti tidak memiliki pengalaman hidup sebanyak murid-murid yang bersekolah di sekolah umum atau biasa. Karena tidak memiliki saingan maka kemungkinan besar mereka tidak memiliki semangat dan motivasi belajar setinggi murid-murid sekolah biasa.
Menurut saya sekolah biasa lebih baik daripada homeschooling karena bagaimanapun juga kemampuan ber-adaptasi dan ber-sosialisasi merupakan pelajaran yang lebih penting untuk anak-anak dibandingkan pelajaran akademik. Tidak selamanya seorang anak akan bisa terus belajar dengan cara homeschooling, dengan belajar ber-sosialisasi sang anak juga belajar untuk masa depan-nya. Kecenderungan anak-anak yang mengikuti homeschooling adalah ketergantungan akan orang tua yang sangat tinggi, kurangnya rasa toleransi karena jarang mendengar pendapat dari sudut pandang yang berbeda, dan kemampuan berbicara di depan dan ber-sosialisasi yang lebih rendah. Walaupun begitu homeschooling mungkin memang lebih cocok untuk beberapa orang yang tidak dapat mengikuti belajar dengan kecepatan yang seharusnya, Karena dengan metode homeschooling ini orang tua dapat menyesuaikan materi dengan kecepatan belajar sang anak.
 
Walaupun metode homeschooling ini juga memiliki banyak manfaat saya tetap lebih memilih sekolah biasa sebagai metode yang lebih efektif dibandingkan homeschooling. Saya juga melakukan sedikit pengamatan karena saya memiliki beberapa kerabat yang belajar dengan metode homeschooling, dari apa yang saya amati anak yang mengikuti homeschooling cenderung lebih manja dan ter-isolasi dari dunia nyata. Tetapi akan lebih baik jika beberapa metode yang sudah di terapkan di homeschooling dapat diterapkan juga di sekolah biasa agar mendapat hasil yang lebih efektif dan maksimal. Tetapi pada akhirnya tidak ada metode yang salah dan benar, semuanya tergantung kepada kemauan dan usaha setiap individu.J

Friday, 4 September 2015

Indonesia dan Ketergantungannya Akan Amerika


 
Dari 4 Negara maju ini : Jerman, Jepang, Amerika, dan Inggris, manakah yang paling kuat? Saya akan membahas masalah ini dengan melihat aspek Ekonomi, Militer, SDM, SDA dan Pariwisata, Pendidikan, serta hubungan ke-4 negara ini dengan Indonesia.

Ekonomi

Dalam segi ekonomi rasanya kita semua bisa melihat dengan mata yang sama, Amerika-lah yang unggul dalam hal ini. Sampai sekarang Dollar masih menjadi acuan seluruh mata uang. Apa hubungan US Dollar dengan ekonomi Indonesia? Disaat Dollar menguat maka Rupiah  melemah dan keuntungan pun diraup oleh Amerika. Ekonomi Negara kami bergantung dengan melemah dan menguatnya US Dollar. Selama Dollar masih menjadi acuan seluruh mata uang maka menurut saya Amerika lah yang menjadi Negara terkuat dalam aspek Ekonomi. Hampir seluruh Negara di dunia memakai US Dollar saat ber-transaksi dengan orang asing, walaupun ada beberapa Negara seperti China yang tetap memilih untuk memakai Won, dan Itali yang tetap memilih untuk memakai Euro namun US Dollar telah se-akan akan menjadi standar internasional dalam ber-transaksi.

 

Militer

Untuk aspek ini tentu poin saya beri kepada Jerman, Negara dengan militer yang sangat kuat. Meski begitu, Jerman bukanlah Negara dengan militer terkuat melainkan Amerika. Namun kekurangan yang dimiliki Amerika adalah mereka tidak memperhatikan potensi masa depan dan memilih untuk menyerang dan menyerang untuk kepentingan masa ini. Seperti yang dikatakan dalam debat waktu itu, sudah banyak warga Amerika yang terkena obesitas belum lagi dikurang dengan minat warga yang sanggup merelakan tumpah darahnya untuk negeri mereka itu maka apa yang akan terjadi ketika pasukan pasukan mereka sekarang ini telah menjadi pensiunan dan/atau terbunuh?Untuk Jepang saya berikan apresiasi yang tinggi akan semangat juang dan rasa nasionalisme warga Negara-nya, namun dikarenakan banyaknya tingkat bunuh diri di kalangan anak muda Jepang dan adanya tren “Double Income, No Kids” ini maka rasanya SDM Jepang lemah dan otomatis militernya pun ikut lemah dikarenakan kekurangan anak muda yang mental dan fisiknya kuat masuk Militer. Lain hal-nya dengan Jerman yang menerapkan wajib militer di negaranya dan memiliki teknologi canggih. Jika kekurangan Amerika adalah tidak memperhatikan potensi masa depan maka kelebihan Jerman adalah kemampuan Negara tersebut untuk melihat jauh ke masa depan. Jerman telah mempersiapkan militernya untuk masa depan dengan adanya program wajib militer ini, ditambah lagi dengan keunggulan Negara ini dalam membuat Aircraft maka saya rasa Jerman dapat menjadi Negara dengan militer terkuat di dunia suatu hari nanti.

 

 

Sumber Daya Manusia

Pertama Jepang, Kedisiplinan dan kegigihan warga Negara-nya tidak dapat di pungkiri. Namun dalam aspek ini menurut saya Jepang-lah yang paling lemah. Sang Macan Asia ini adalah Negara dengan tingkat bunuh diri ter-tinggi di seluruh dunia. Kegiatan bunuh diri di jepang sudah menjadi tradisi ditambah lagi baru-baru ini mereka menambahkan satu tradisi baru yaitu Double Income, No Kids, yaitu budaya dimana warga Negara Jepang memilih untuk tidak menikah dan memiliki anak agar dapat bekerja dan mendapat uang 2x lipat. Mereka mendapat uang lebih banyak karena tidak harus membiaya pengeluaran lebih untuk keluarga. Dengan adanya 2 tren ini maka berkurang lah generasi anak muda di Jepan. Belum lagi Jepang adalah Negara yang letak geografisnya memiliki potensi tinggi untuk terkena bencana alam. Lalu kedua, Amerika. “The Country of Hopes And Dreams” mereka memang memiliki banyak SDM namun karena mereka negara liberal yang memperbolehkan siapa saja memiliki senjata maka banyak kasus-kasus penembakan yang terjadi di Amerika yang tentu saja mengambil banyak korban nyawa. Selain itu Amerika juga masih memiliki banyak rakyat yang tinggal di bawah lara kemiskinan, ironis-nya banyak warga Amerika yang meninggal karena kemiskinan dan tidak mendapat makanan padahal disatu sisi Amerika Serikat adalah Negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia ke-dua setelah Meksiko yang sama-sama terletak di benua Amerika Utara. Menurut saya dalam aspek SDM ini Jerman dan Inggris seri. Keduanya adalah Negara dengan angka harapan hidup yang tinggi dan letak geografisnya pun strategis, tidak banyak bencana alam yang terjadi di kedua Negara tersebut. Tingkat bunuh diri di Jerman dan Inggris pun tidak begitu tinggi, ditambah lagi kedua Negara ini adalah Negara dengan pendidikan yang terkenal bagus. Yang satu adalah Negara yang memiliki universitas ter-tua dan masih menjadi no. 1 di dunia sampai saat ini, yaitu Oxford dan yang satunya adalah Negara pelopor banyak inventor dan entrepreneur hebat.

 

Sumber Daya Alam dan Pariwisata

Untuk hal Pariwisata Amerika sangat unggul, Sebagai Negara yang menghasilkan film-film dan musik yang di-tonton dan di-dengar hampir seluruh Negara di dunia sekarang ini mereka dapat dengan gampang meraup pengunjung ke negeri paman sam itu. Untuk penikmat Film, Amerika memiliki Disney World, beberapa Disney Land, Universal Studio, Pixlr Studio, The Wizarding World of Harry Potter, dan landmark Los Angeles, California tempat film-film yang ditonton hampir seluruh orang dibuat, yaitu Hollywood. Untuk penikmat Arsitektur, Amerika juga memiliki banyak bangunan bagus dengan filosofi yang menarik, seperti The Empire State Building, Patung Liberty, dan Bangunan-Bangunan lainnya. Lain hal-nya untuk penikmat sejarah, Para penikmat sejarah dapat pergi ke Boston , Tanah tempat Amerika menyatakan Kemerdekaan-nya, terdapat banyak situs sejarah Amerika disana, seperti: The State House, Paul Revere’s House, Boston Tea Party Ship, dan situs-situs lainnya. Bisa juga pergi ke Broadway, tempat dimana seluruh Musikal-Musikal terkenal di mainkan, cocok ditonton oleh penikmat drama dan musik. Selain itu ada juga keindahan alam yang bisa dinikmati, seperti pantai-pantai di California, Central Park, taman diantara gedung gedung yang menjulang tinggi di New York, lumbung dan keindahan peternakan di bagian selatan Amerika, dan yang lain-lainnya. Namun dalam hal SDA amerika tidak memiliki lokasi yang strategis untuk menanam beberapa kebutuhan SDA maka dari itu mereka mengambilnya secara paksa di Negara-negara lain dengan kekuatan militer yang mereka miliki. Sedangkan untuk Jepang, mereka juga memiliki keindahan tersendiri yang dapat menarik pengunjung seperti indahnya bunga sakura di musim semi, dan keseluruhan budaya dan tradisi jepang yang indah dan otentik. SDA mereka tidak banyak, karena mereka Negara diantara laut maka SDA yang mereka miliki tak jauh dari Ikan Ikan-an (Tuna, Salmon, Belut, dll) dan beras. Untuk Inggris, mereka juga memiliki pariwisata yang cukup menarik seperti: Big Ben, Buckingham Palace, Windsor Palace, London Eye, Noting Hill Market, River Tames, dan lain lain. Inggris memiliki banyak gedung-gedung desain arsitektur bergaya klasik yang menurut saya pribadi sangat menarik dan indah, selain itu keindahan alam pun masih dapat kita temui membentang luas di sebagian daerah di Inggris, seperti : Brighton Pier, dan lain-lainnya. Untuk Jerman, SDA dan Pariwisatanya tidak se-menarik ke-3 Negara lainnya ini.

 

Pendidikan

“Pendidikan adalah Senjata-mu”

Pendidikan. Harapan bagi seluruh bangsa. Nah, kalau dalam aspek ini menurut saya sangat sengit karena ke-4 Negara ini masing masing memiliki nilai positive yang berbeda-beda dan sama-sama unggul. Pertama, Jerman. Jerman adalah rumah dari orang-orang ternama di dunia, seperti: Albert Einstein, Nikolai Tesla, Ludwig Van Beethoven, Johann Sebastian Bach, Karl Benz, Karl Lagerfeld, dan Wankel. Selain beberapa nama yang telah saya sebut diatas ada juga salah satu mantan presiden kita, yaitu Pak B.J. Habibie yang pergi untuk belajar di Jerman lalu kembali ke Indonesia dan berhasil membuat pesawat pertama buatan Indonesia. Jerman adalah Negara yang maju dalam hal teknik mesin dan automotif, orang-orang di Indonesia yang ingin menekuni kuliah dengan jurusan teknik mesin pasti menargetkan Jerman sebagai tempat mereka menimba ilmu. Jerman adalah tempat dimana mobil-mobil dengan kualitas terbaik dibuat, contohnya: Mercedes Benz, Volkswagen, BMW, Audi, dan Porsche. Selain ini, Jerman juga memiliki program pendidikan gratis yang berarti semua rakyatnya mendapat akses pendidikan.
Kedua, Jepang. Jepang memiliki poin plus karena disaat Negara lain fokus dengan akademik saja Jepang menawarkan pendidikan yang lebih dari itu, yaitu pendidikan kedisiplinan, sopan-santun, tanggung jawab, dan rasa hormat akan sesama dan Negara. Pelajar di Jepang memang sangat disiplin dan ber-tanggung jawab, otaknya pun sangat cerdas, apalagi ke-gigihan mereka, semua patut di-acungi jempol. Warga Jepang akan merasa malu jika mereka mendapat hasil yang tidak sesuai ekspektasi saat ujian, namun karena mereka di didik untuk tidak memalukan nama keluarga maka saat mereka gagal melakukan sesuatu atau tidak memenuhi target yang telah diciptakan sudah menjadi tradisi mereka untuk bunuh diri. Jepang menjadi Negara pertama yang terpikir di benak jika kita membicarakan perihal teknologi dan Graphic Design.
Ketiga, Amerika. Sama hal-nya seperti Inggris, Amerika juga termasuk Negara dengan Universitas ter-tua dan terbaik di-dunia. Harvard, peringkat no.2 di dunia, lalu ada Brown, Yale, MIT, dan NYU yang juga terletak di negri Paman Sam ini. Selain itu, ada juga sekolah seni peran dan seni musik yang menghasilkan aktor-aktor ternama, yaitu Juilliard. Lapangan kerja di Amerika pun ber-ragam dan menjanjikan, tetapi sayangnya tidak semua warga bisa mendapat akses pendidikan dan karena banyak warga Negara lain yang ingin mengejar mimpi di Negara yang juga dijuluki “The Country of Hopes and Dreams” ini maka tidak sedikit juga warga-nya sendiri yang tidak memiliki okupasi pekerjaan.
Terakhir, Inggris. Negara dengan sistem kepemimpinan monarki ini memiliki salah satu Universitas ter-tua dan ter-baik di dunia ini, yaitu Cambridge, Oxford, dan St. Andrews. Universitas di atas menghasilkan banyak orang ternama seperti: Stephen Hawking, J.R.R Tolkien, Prince William Duke of Cambridge, Catherine Middleton Duchess of Cambridge, Isaac Newton, Lee Kuan Yew, Prince Charles of Wales, Alan Turing, Ian Mckellen, dan masih banyak lagi. Dalam hal pendidikan memang Inggris sangat maju karena selain faktor yang sudah saya sebutkan diatas Inggris adalah bahasa yang digunakan di seluruh dunia, bahasa internasional. Bahasa Inggris diajarkan di seluruh dunia, dan banyak juga yang mengikuti sistem belajar dan mengajar yang digunakan di Inggris. Selain akademiknya yang memang maju Inggris juga mengajarkan sopan santun di negaranya walaupun ada beberapa warganya yang terkesan sombong karena kepintaran mereka. 93% anak di Inggris yang ber-umur 3-18 bersekolah di sekolah yang biayanya di tanggung oleh pemerintah.

 

Menurut saya, dari hasil yang sudah saya sebut diatas Negara termaju dari ke-4 Negara tersebut adalah Amerika dan Jerman, Jerman sangat maju Teknologi, Pendidikan, dan Militernya. Sedangkan Amerika memiliki keuntungan yang sangat banyak karena faktor yang saya sebutkan di pembahasan tentang ekonomi diatas, juga karena Amerika adalah markas besar PBB dan salah satu pemilik hak di PBB, dan juga karena budaya Amerika dan hiburan Amerika yang sudah sangat mendunia yang mengikis perlahan demi perlahan budaya-budaya di Negara lain. Tetapi dari kedua Negara tersebut Amerika lah yang menang jika ditambahkan dengan aspek hubungan dengan Negara Indonesia. Amerika sangat berpengaruh ke Indonesia karena Indonesia masih menggunakan dollar sebagai acuan dan ekonomi Indonesia akan terpuruk selama dollar makin menguat. Ekonomi adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk mendukung suatu Negara, karena itu menurut saya Amerika lebih kuat dibanding ketiga Negara lainnya.

Monday, 31 August 2015

Azizah Nadhira 15 Tahun Yang Akan Datang



Namaku Nada, Usiaku 14 tahun, Arahan hidupku jelas. Dalam waktu 15 tahun yang akan datang aku akan menjadi seorang Human Resources Director di sebuah perusahaan multinasional yang sukses dan ber-domisili di Jakarta. Setelah beberapa tahun belajar dan mengamati dari posisi HRD aku InsyaAllah akan belajar banyak dan membangun sebuah perusahaan sendiri yang sukses. Dalam waktu 15 tahun aku akan sudah menyelesaikan jenjang pendidikanku, S1 mengambil jurusan Psikologi di Universitas Indonesia dan S2 mengambil jurusan Business di National University Of Singapore atau yang kerap disebut NUS. Saat menjadi seorang pemimpin nanti aku akan menjadi pemimpin handal yang bisa bersahabat dengan rekan kerjaku tetapi tetap ber-tanggung jawab, disiplin, dan menjunjung tinggi rasa hormat antar satu sama lain.

Dalam waktu 15 tahun yang akan datang aku akan menciptakan nada-nada indah melalui permainan pianoku. Orang-orang akan bisa menikmati seni yang kubuat dan anak muda akan ter-inspirasi untuk selalu berkarya. Selain itu dalam waktu 15 tahun yang akan datang aku juga akan memiliki seorang suami dan 2 orang anak. Anak pertamaku laki-laki dan anak keduaku perempuan. Aku akan membagi waktu antara menjadi seorang wanita karir yang sukses dan seorang ibu serta istri yang hebat dan dikagumi, anak-anakku kelak akan menjadi anak-anak yang berbudi pekerti luhur, sehat, bahagia, dan membanggakan. Apapun yang mereka ingin lakukan asal mereka lakukan dengan niat yang baik dan semangat yang tinggi pasti aku dukung. Dalam waktu 15 tahun yang akan datang aku akan menjadi seorang istri dan ibu yang hebat.

Dalam waktu 15 tahun yang akan datang aku akan melakukan kegiatan sosial di waktu senggang-ku, aku akan sering membantu dan mengajarkan anak anak kecil yang butuh ilmu. Dalam waktu 15 tahun yang akan datang aku akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sekarang. Aku akan menebarkan ilmu yang kupunya dan menanamkannya di generasi yang akan datang, impian dan harapan dari bangsaku, Indonesia. Dalam waktu 15 tahun yang akan datang aku akan meninggalkan jejak sejarah di kehidupan. Namaku akan dikenal dan hidupku akan berarti. Dalam waktu 15 tahun yang akan datang semua mimpiku diatas akan ter-realisasikan.